Showing posts with label Temu Lawak. Show all posts
Showing posts with label Temu Lawak. Show all posts

Jerawat atau Acne Vulgaris

Gangguan jerawat lebih sering menyerang remaja atau pada masa pubertas dan orang yang mempunyai kulit berminyak. Jerawat timbul karena adanya sekresi kelenjar yang disebut sebum yang menyumbat pori-pori kulit. Hal tersebut menyebabkan minyak tidak dapat keluar dan menggumpal di bawah kulit sehingga terjadi pembengkaan seperti kista-kista kecil. Jika pecah dapat menyebabkan infeksi atau peradangan.

Penyebab Jerawat

  1. Perubahan hormon pada saat pubertas (terutama hormon androgen)
  2. Penyumbatan pada folikel rambut sehingga minyak tidak bisa kepermukaan.
  3. Infeksi oleh Propionibacterium acnes, yaitu bakteri penyebab jerawat.
  4. Faktor lain, seperti penggunaan kosmetik yang tidak cocok, stres, dan perubahan iklim atau cuaca yang ekstrim.

Perawatan Kulit yang Berjerawat 

  1. Jaga kebersihan kulit cuci muka dengan air hangat.
  2. Hindari memegang dan memencet jerawat.
  3. Jangan menggunakan rambut sebagai penutup muka atau poni
  4. Jangan menggunakan kosmetik yang terlalu tebal
  5. Konsumsi buah-buakan dan sayuran segar.
  6. Hindari makanan goreng-gorengan dan yang terlalu manis.

Pengobatan Herbal Pada Kulit Berjerawat+
Resep 01:
Bahan: 30g temulawak, kemudian iris tipis; 20g kencur, iris tipis; 10g sambiloto kering; 20g asam jawa.
Cara penyajian: Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 600cc air hingga tersisa 300cc, lalu saring dan minum 2 kali sehari.

Resep 02:
Bahan: Wortel secukupnya
Cara penyajian: Cuci bersih wortel, jus hingga sarinya terkumpul 200cc; minum 2 kali sehari, pagi dan sore hari.

Resep 03:
Bahan: 20 lembar daun sirih; 30g sambiloto; 200g daun lidah buaya, kemudian dikupas; bedak beras dingin secukupnya.
Cara penyajian: Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 1 liter air hingga tersisa 0,5 liter; gunakan airnya untuk membersihkan muka yang berjerawat (Sebagai cleansing) dan campurkan bersama bedak beras dingin sebagai masker jerawat.; Lakukan 3 kali sehari, kemudian simpan sisanya di lemari es.

Resep 04:
Bahan: Jeruk nipis yang telah tua secukupnya; setengah sendok teh bubuk belerang.
Cara penyajian: Belah jeruk nipis dan peras airnya, tambahkan setengah sendok teh bubuk belerang, kemudian campur hingga merata; oleskan pada jerawat dan biarkan selama 30 menit lalu bersihkan.

Resep 05:
Bahan: Buah belimbing wuluh secukupnya.
Cara penyajian: Cuci bersih belimbing wuluh, parut. Tambahkan air garam dan aduk; Gosokkan pada jerawat 2-3 kali sehari.

Catatan:
Pilih salah satu resep untuk pengobatan dan lakukan secara teratur.

Gangguan Bau Badan

Bau badan ditandai dengan bau tidak sedap yang berasal dari tubuh. Bau badan bertambah kuat jika bercampur dengan keringat. Bau badan terutama terjadi di daerah ketiak dan sela jari kaki. Gangguan bau badan ini apabila dibiarkan dapat menjadi masalah dalam pergaulan sehari-hari.

Penyebab Bau Badan
Gangguan bau badan atau bau keringat dapat terjadi karena kurang menjaga kebersihan badan dan adanya bakteri yang menguraikan keringat menjadi zat yang berbau kurang sedap. Bau badan juga dipengaruhi oleh hormon dan makanan yang dikonsumsi.

Perawatan untuk menghindari Bau Badan 

  1. Selalu jaga kebersihan badan, dianjurkan untuk lebih sering mandi.
  2. Ganti pakaian yang basah oleh keringat dengan pakaian yang bersih dan kering.
  3. Pada wanita yang sedang haid, ganti pembalut lebih sering.
  4. Gunakan sabun deodoran yang berkhasiat antibakteri.


Pengobatan herbal penderita Bau Badan
Resep 01:
Bahan: 20g kunyit, iris tipis; 5 lembar daun sirih; Asam jawa secukupnya; Gula aren secukupnya.
Cara Penyajian: Cuci bersih bahan, kemudian rebus dengan 600cc hingga tersisa 200cc; saring lalu minum.

Resep 02:
Bahan: Daun kemangi atau daun beluntas muda secukupnya
Cara Penyajian: Cuci bahan lalu konsumsi sebagai lalap mentah; usahakan untuk melakukan setiap hari sampai bau badan hilang.

Resep 03:
Bahan: Daun kedondong laut secukupnya
Cara Penyajian: Cuci bahan, kemudian rebus; konsumsi sebagai lalap matang.

Resep 04:
Bahan: 25g temulawak; 30g daun beluntas; 20g temu giring.
Cara Penyajian: Cuci bersih bahan, lalu tumbuk, kemudian Rebus dengan 500cc air hingga tersisa 200cc, lalu saring; setelah dingin Minum airnya.

Resep 05:
Bahan: 30g akar wangi (larasetu)
Cara Penyajian: Cuci bersih akar wangi, rebus dengan 600cc air hingga tersisa 300cc; minum 2 kali sehari.

Resep 06 (Pemakaian Luar):
Bahan: Daun jeruk nipis secukupnya; bunga mawar secukupnya; melati secukupnya; kenanga secukupnya.
Cara Penyajian: Cuci bersih semua bahan, lalu rebus dengan air secukupnya hingga mendidih; Tambahkan air, lalu gunakan hangat-hangat untuk mandi berendam. Lakukan secara teratur.

Resep 07 (Pemakaian Luar)
Bahan: Sediakan air perasan jeruk nipis secukupnya dan kapur sirih secukupnya
Cara Penyajian: Aduk rata semua bahan, kemudian oleskan pada ketiak; lakukan secara teratur

Catatan:
Pilih salah satu resep pemakaian dalam dan pemakaian luar.

Asi Kurang Lancar, Ramuan Herbal Lancar ASI

Air susu ibu merupakan makanan terbaik untuk bayi dibandingkan dengan susu formula atau lainnya. Namun, pada beberapa ibu menyusui, pengeluaran ASI terhambat sehingga tidak lancar. Hal ini tentunya akan berpengaruh terhadap asupan Gizi, Kesehatan dan Pertumbuhan Bayi.

Penyebab:
Kurang lancarnya produksi ASI kemungkinan karena faktor Hormon atau makanan yang dikonsumsi.

Ramuan Herbal:
1. Resep Herbal Pertama agar ASI keluar dan lancar:
  • Daun Katuk Secukupnya
  • Biji Jagung Secukupnya

Ambil Daun Katuk Secukupnya dan Biji Jagung Secukupnya, kemudian Cuci bersih semua bahan, lalu buat sayur bening. Makanlah sayur bening tersebut setiap hari hingga ASI keluar dan lancar.

2. Resep Herbal Kedua agar ASI keluar dan lancar:
  • 75g kacang tanah
  • 200g buah pepaya setengah matang
  • 200g ubi jalar
  • 75cc susu segar
  • Gula aren secukupnya

Caranya, cuci bersih semua bahan, rebus dengan 400cc air hingga mendidih. Minum airnya dan makanlah isinya.

3. Resep Herbal Ketiga agar ASI keluar dan lancar:
  • 30g temulawak

Caranya, Kupas temu lawak dan cuci bersih. Blender temu lawak dengan menambahkan 100cc air, lalu saring. Panaskan airnya hingga mendidih, tambahkan madu setelah hangat, minum sampai habis.

4. Resep Herbal Keempat agar ASI keluar dan lancar:
  • 100g buah blustru
  • 30g daun muda murbei

Caranya, cuci bersih semua bahan dan masaklah sebagai sayur. Makan setiap hari hingga ASI lancar.

5. Resep Herbal Kelima agar ASI keluar dan lancar:
  • 30-60 daun turi muda

Caranya, cuci bersih daun turi, kemudian kukus atau dibuat sayur. Makan sampai habis.

6. Resep Herbal Keenam agar ASI keluar dan lancar:
  • 60g daun som jawa segar

Caranya, cuci bersih bahan, kemudian potong-potong. Tumis sebagai sayur, lalu makan.

Catatan penutup:

Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur hingga ASI dapat keluar dengan lancar

Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)

Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)

Nama Daerah:
Koneng gede (Sunda), temo labak (Madura), temu lawak (Jawa)

Bagian yang digunakan:
Rimpang, kupas kulitnya

Khasiat:
Antiradang, antibakteri, hepatoprotektor (melindungi hati), melancarkan sekresi empedu, melancarkan asi, peluruh haid, diuretik, dan tonikum. Temu lawak juga berkhasiat untuk mengobati radang lambung, gangguan pencernaan, tidak nafsu makan, hepatitis, sakit kuning, kolesterol tinggi, rematik sendi, sakit pinggang, gangguan haid, sembelit, eksim, dan jerawat.

Tambahan:

Teknik Budidaya Temulawak 
(Standar Prosedur Operasional)
oleh: Mono Rahardjo dan Otih Rostiana
Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, Departemen Pertanian

PENDAHULUAN
Kegunaan utama rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) adalah sebagai bahan baku obat, karena dapat merangsang sekresi empedu dan pankreas. Sebagai obat fitofarmaka, temulawak bermanfaat untuk mengobati penyakit saluran pencernaan, kelainan hati, kandung empedu, pankreas, usus halus, tekanan darah tinggi, kontraksi usus, TBC, sariawan, dan dapat dipergunakan sebagai tonikum. Secara tradisional, banyak digunakan untuk mengobati diare, disentri, wasir, bengkak karena infeksi, eksim, cacar, jerawat, sakit kuning, sembelit, kurang nafsu makan, kejang-kejang, radang lambung, kencing darah, ayan, dan kurang darah.
Bunga Tanaman Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)
Bunga Tanaman Temu Lawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.)

Kebutuhan simplisia temulawak sebagai bahan baku obat tradisional di Jawa Tengah dan Jawa Timur tahun 2003 menduduki peringkat pertama dilihat dari jumlah serapan industri obat tradisional.
Banyaknya ragam manfaat temulawak baik untuk obat tradisional maupun fitofarmaka karena rimpangnya mengandung protein, pati, zat warna kuning kurkuminoid dan minyak atsiri. Kandungan kimia minyak atsirinya antara lain, feladren, kamfer, turmerol, tolilmetilkarbinol, ar-kurkumen, zingiberen, kuzerenon, germakron, ß-tumeron, dan xanthorizol yang mempunyai limpahan tertinggi (40%).

PERSYARATAN TUMBUH
Tanaman temulawak tumbuh baik pada jenis tanah latosol, andosol, podsolik dan regosol, dimana tidak pernah terjangkit penyakit layu bakteri, ketinggian tempat 100 - 1.500 m dpl, dengan curah hujan 1.500 - 4.000 mm/th.

BAHAN TANAMAN
Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh liar di bawah tegakan jati. Saat ini sudah mulai dibudidayakan secara terbatas dan diantara populasi tersebut potensi produksi dan mutunya beragam. Balittro telah mempunai 10 nomor harapan temulawak yangberpotensi produksi (20 - 40 ton/ha), kadar minyak atsiri (6,2 - 10,6%), kadar kurkumin (2,0 -3,3%).
Bahan tanaman untuk bibit harus tepat dan jelas nama jenis, varietas dan asal usulnya. Temulawak termasuk tanaman berbatang basah, tingginya dapat mencapai 2,5 m, bunganya berwarna putih kemerah-merahan atau kuning bertangkai panjangnya 1,5 - 3 cm, berkelompok 3 sampai 4 buah. Tanaman ini tumbuh subur pada tanah yang gembur, dan termasuk jenis temu-temuan yang sering berbunga. Bunganya langsung keluar dari rimpang dengan bunga berwarna merah, kelopak hijau muda, pangkal bunga bagian atas berwarna ungu. Bagian yang dipanen dan dipergunakan adalah rimpang yang beraroma tajam dengan daging rimpang berwarna jingga. Panen dapat dilakukan pada umur 7 -12 bulan setelah tanam atau daun telah menguning dan gugur.
Sebagai bahan tanaman untuk bibit digunakan rimpang dari tanaman yang sehat berumur 12 bulan.

PEMBIBITAN
Untuk bibit bisa menggunakan rimpang induk dan anak rimpang. Apabila digunakan rimpang induk maka hanya seperempat bagian (satu rimpang induk dibelah menjadi empat bagian membujur) untuk satu lubang tanam. Sedangkan rimpang anak ukuran bibitnya 20 - 40 g/potong. Sebelum ditanam benih ditumbuhkan dahulu sampai mata tunasnya tumbuh dengan tinggi 0,5 - 1 cm, sehingga diperoleh tanaman yang seragam.

BUDIDAYA
Penerapan teknologi budidaya yang mengacu kepada SPO yang dimulai dari pemilihan jenis, varietas unggul/harapan, lingkungan tumbuh, pembibitan, pengolahan lahan, cara tanam, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, cara panen, dan pengolahan pasca panen akan menghasilkan bahan baku yang bermutu tinggi dan terstandar. Sebaiknya tanam dilakukan pada awal musim hujan.
a. Persiapan Lahan
Tanah diolah agar menjadi gembur, diupayakan agar drainase sebaik mungkin, sehingga tidak terjadi penggenangan lahan, oleh karena itu perlu dibuat parit-parit pemisah petak. Ukuran petak lebar 2,5 - 4 m dengan panjang petak disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
b. Jarak Tanam
Jarak tanam temulawak bervariasi antara, 50 x 50 cm, 50 x 60 cm atau 60 x 60 cm, pada sistem budidaya monokultur. Apabila tanaman akan ditanam secara pola tumpang sari dengan tanaman sisipan kacang tanah, maka jarak tanamnya 75 x 50 cm.
c. Pola Tanam
Tanaman ini bisa ditanam dengan pola tumpangsari dengan kacang tanah, menggunakan jarak tanam antar baris lebih lebar yaitu 75 cm dan jarak dalam barisan 50 cm. Tanaman kacang tanah ditanam bersamaan dengan menanam temulawak, pada umur 3 - 4 BST (Bulan Setelah Tanam) kacang tanah sudah dapat dipanen. Tumpang sari dengan kacang tanah dapat menambah kesuburan tanah khususnya dapat menambah unsur N tanah.
d. Pemupukan
Pupuk kandang 10 - 20 ton/ha sebagai pupuk dasar diberikan pada saat tanam. Pupuk Urea, SP-36 dan KCl, dengan dosis masingmasing 200 kg, 100 kg dan 100 kg/ha untuk pola monokultur, serta 200 kg/ha untuk pola tumpangsari. SP-36 dan KCl diberikan pada saat tanam, Urea diberikan 3 agihan pada umur 1, 2 dan 3 BST tanaman tumbuh masing-masing sepertiga bagian.
e. Pemeliharaan
Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan dan pembumbunan, untuk menghindari adanya kompetisi perolehan zat hara dengan gulma dan menjaga kelembapan, suhu serta kegemburan tanah. Pembumbunan dilakukan untuk memperbaruhi saluran drainase pemisah petak, tanah dinaikkan ke petak-petak tanam, biasanya dilakukan setelah selesai penyiangan.
f. Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman
Jarang terjadi serangan hama dan penyakit. Namun untuk menghindari munculnya serangan perlu diantisipasi dengan cara pencegahan. Tindakan untuk mencegah masuknya bibit penyakit busuk rimpang yang disebabkan Ralstonia solanacearum, dilakukan dengan penggunaan benih sehat, perlakuan benih sehat (perendaman dengan antibiotik), menghindari pelukaan (menaburkan abu sekam dipermukaan rimpang), pergiliran tanaman, pembersihan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigasi supaya tidak ada air menggenang dan aliran air tidak melalui petak sehat, inspeksi kebun secara rutin.

PANEN
a. Umur Panen
Panen yang tepat berdasarkan umur tanaman perlu dilakukan untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi, yaitu pada umur 10 - 12 BST, biasanya daun mulai luruh atau mengering. Dapat pula dipanen pada umur 20 - 24 bulan.
b. Cara Panen
Panen dilakukan dengan cara menggali dan mengangkat rimpang secara keseluruhan.

PASCA PANEN
a. Pembersihan/Pencucian
Rimpang hasil panen dicuci dari tanah dan kotoran, kemudian dikeringkan kulit rimpangnya.
b. Perajangan Rimpang
Setelah itu, rimpang diiris membujur dengan ketebalan 2-3 mm.
c. Pengeringan Simplisa
Rajangan rimpang dijemur dengan menggunakan energi matahari diberi alas yang bersih, atau bisa dengan pengering oven dengan suhu 40 - 60oC, hingga mencapai kadar air 9 -10%.

PENGANEKARAGAMAN PRODUK
Rimpang temulawak sebagian besar digunakan untuk bahan baku obat, produknya berupa minyak temulawak, oleoresin, pati, instant, zat warna kuning, beberapa jenis makanan, minuman, dan minyak atsiri.