Showing posts with label Haid Berlebihan. Show all posts
Showing posts with label Haid Berlebihan. Show all posts

Teratai (Nelumbium nucifera Gaertn.)

Teratai (Nelumbium nucifera Gaertn.)
Teratai (Nelumbium nucifera Gaertn.)

Nama Daerah:
Padma, seroja, teratai besar (Melayu), tarate (Sunda), terate (Madura).

Bagian yang digunakan:
Akar (rimpang) dan biji.

Khasiat:
Akar (rimpang) berkhasiat menghentikan pendarahan, menurunkan panas dan mendinginkan darah. Untuk mengobati disentri, batuk darah, muntah darah, darah haid berlebihan, mimisan, hipertensi dan demam. Biji sebagai penenang dan memelihara jantung, mengatasi susah tidur, jantung berdebar keras, lemah. dan lesu.

Tambahan dari Wikipedia:
Seroja atau lotus (Nelumbo nucifera Gaertn.) adalah spesies tumbuhan air tahunan dari genus Nelumbo yang berasal dari India. Di Indonesia tanaman ini sering kali disebut teratai (Nymphaea) walaupun sebenarnya keduanya tidak berkerabat. Seroja memiliki tangkai bunga tegak dan bunganya tidak mengapung di permukaan air, sebagaimana pada teratai. Seroja pernah dikenal dengan nama binomial Nelumbium speciosum (Willd.) atau Nymphaea nelumbo.

Teratai (Nelumbium nucifera Gaertn.)
Teratai (Nelumbium nucifera Gaertn.)
Tangkai berbentuk tabung yang kosong di tengahnya untuk jalan lewat udara. Daun terdapat di permukaan air, keluar dari tangkai yang berasal dari rimpang yang berada di dalam lumpur pada dasar kolam, sungai, atau rawa. Tinggi tanaman sekitar satu meter hingga satu setengah meter.

Daun tumbuh ke atas, tinggi di atas permukaan air. Daun berbentuk bundaran penuh tanpa potongan, bergelombang di bagian tepi, dengan urat daun berkumpul ke tengah daun. Diameter daun dapat mencapai 60 cm. Permukaan daun mengandung lapisan lilin sehingga air yang jatuh ke permukaan daun membentuk butiran air.

Bunga dengan diameter sampai 20 cm. berwarna putih bersih, kuning atau merah jambu, keluar dari tangkai yang kuat menjulang di atas permukaan air. Bunga mekar di bulan Juli hingga Agustus.

Bunga Seroja indah dipandang sehingga banyak digunakan sebagai penghias kolam di taman-taman. Rimpangnya enak dimakan dan banyak digunakan dalam masakan Jepang, masakan Tionghoa, dan masakan India. Rimpang yang dimakan mentah dapat menjadi sumber penularan parasit Trematoda.

Biji kaya dengan tepung sehingga bisa dimakan atau diolah menjadi bahan makanan. Biji yang direbus, dihaluskan dan dicampur gula menjadi isi Kue bulan yang dimakan pada Festival Pertengahan Musim Gugur (Mooncake festival). Di Tiongkok, biji yang masih muda diminum sebagai pengganti teh. Bongkol yang berlubang-lubang seperti sarang lebah dijual dalam bentuk kering sebagai pelengkap dalam seni merangkai bunga kering.

Daunnya lebar sehingga sering digunakan sebagai pembungkus, terutama pembungkus ikan di pasar tradisional sebelum penggunaan kantong plastik menjadi populer.

Tanaman dapat berkembang biak dari biji yang sudah tua atau rimpang. Seroja dapat ditanam di pot berisi tanah berlumpur yang berair.

Labels

Gugup Dan Gelisah,Haid Berlebihan,Haid Sedikit Dan Tidak Lancar,Haid Tidak Teratur,Hepatitis,Hernia,Herpes Zoster,Infeksi Ginjal,Infeksi Saluran Kemih,Influenza,

Urang Aring (Eclipta alba Hassk.)

Urang Aring (Eclipta alba Hassk.)


Nama Daerah:
Daun sipat (Melayu), urang aring Sunda, Jawa), goman (Jawa), te lenteyan (Madura), Daun Tinta (Banda-Maluku)

Bagian yang digunakan:
Seluruh tumbuhan (herba Ecliptae)

Khasiat:
Menghentikan pendarahan pada muntah darah, batuk darah, mimisan, darah haid berlebihan, kencing berdarah, BAB (buang air besar) berdarah, dan pendarahan rahim. Juga untuk menghitamkan dan menyuburkan rambut, hepatitis kronik, diare, serta keputihan.

Tambahan Wikipedia:
Urang-aring (Eclipta alba (L.) Hassk., sin. Eclipta prostrata L.) adalah sejenis tumbuhan, kebanyakan ditemukan liar sebagai gulma, anggota suku Asteraceae. Terna ini terkenal oleh kegunaannya sebagai penyubur rambut. Di samping itu, urang-aring juga memiliki khasiat sebagai tumbuhan obat. Beberapa nama-nama lainnya, di antaranya orang-aring (Jw.); te-lenteyan (Md.); daun tinta (Banda); daun sipat, keremak jantan (Mly.); dan false daisy (Ingg.).
Bunga Urang Aring (Eclipta alba Hassk.)


Terna ini asal-usulnya tidak diketahui. Menyebar luas di seluruh dunia, di wilayah tropika dan subtropika, pada banyak tempat telah berkembang menjadi gulma yang sangat mengganggu bagi beberapa banyak jenis tanaman pertanian. Di India, Cina, Thailand, dan Brazil; didapati pula di seluruh Indonesia.

Urang-aring menghasilkan zat pewarna hitam. Cairan sarinya digunakan untuk menghitamkan rambut dan untuk membuat tato. Daun urang-aring diremas-remas dalam air, yang kemudian digunakan untuk mendinginkan kepala serta untuk menyuburkan dan menghitamkan rambut. Cairan urang-aring dioleskan pada kepala bayi agar lekas mendapatkan rambut yang hitam. Seduhan urang-aring dalam minyak kelapa digunakan sebagai minyak penyubur rambut. Minyak urang-aring semacam ini populer di Jawa hingga sekitar tahun ’70-an.

Dalam Ayurveda (ilmu pengobatan India), urang aring diyakini sebagai semacam rasayana yang memiliki khasiat panjang usia dan awet muda. Penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa tumbuhan ini memiliki daya pengobatan terhadap gangguan hati (hepar) dan lambung.

Di tempat-tempat lain, urang-aring digunakan sebagai obat luar untuk penyakit kulit, eksim, "kutu air", bahkan untuk mengatasi serangan hewan berbisa seperti sengatan kalajengking atau gigitan ular. Daun urang-aring juga dimanfaatkan sebagai lalap, atau di Bali, dicampurkan ke dalam sayur.