Showing posts with label Kanker Payudara. Show all posts
Showing posts with label Kanker Payudara. Show all posts

Kanker Payudara

Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita meskipun pria juga dapat menderita kanker payudara, tetapi kasusnya sangat jarang. Frekuensi kejadian kanker payudara relatif tinggi, terutama pada wanita usia 40 tahun keatas.

Penyebab Kanker Payudara
Belum diketahui secara pasti penyebab kanker payudara, tetapi hormon estrogen memegang peranan dalam proses kejadian tumor. Wanita yang beresiko tinggi terkena kanker payudara, yaitu wanita yang memiliki keluarga yang menderita kanker payudara, belum pernah hamil dan melahirkan, tidak menyusui, kehamilan pertama diatas usia 35 tahun, dan mengalami trauma pada payudara.

Gejala dan Tanda-tanda Kanker Payudara

  1. Ada benjolan atau massa pada payudara (dapat diraba)
  2. Ada luka disekitar puting susu dan sekitarnya yang susah sembuh
  3. Ada cairan (darah, nanah) yang keluar dari puting susu
  4. Ada kerutan-kerutan pada kulit payudara

Pengobatan Herbal Kanker Payudara
Resep 01:
Bahan: 30g jombang kering; 30g  tapak dara kering; 60g rumput lidah ular (rumput mutiara kering)
Cara penyajian: Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 1000cc air hingga tersisa 400cc, lalu saring; minum 2 kali sehari.

Resep 02:
Bahan: 60g temu putih segar; 60g temu mangga (kunir putih) segar; 50g keladi tikus segar;
Cara Penyajian: Cuci bersih semua bahan, lalu jus atau blender dengan menambahkan 150cc air; Kemudian saring airnya dan panaskan dengan api kecil hingga mendidih. Minum setelah dingin.

Resep 03:
Bahan: 60g benalu teh kering; 5g mahkota dewa kering; 60g tanaman leunca kering; 20g temu putih kering.
Cara Penyajian: Cuci bersih semua bahan, rebus dengan 1000cc air hingga tersisa 400cc, lalu saring; Minum 2 kali sehari.

Catatan: 
Pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur. Tetap konsultasi ke dokter.

Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.)

Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.)
Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.)

Nama Daerah:
Koneng bodas (sunda)

Bagian yang digunakan:
Rimpang (Rhizoma zedoary)
Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.)



Khasiat:
Anti kanker, anti radang, menghilangkan bekuan darah, menghilangkan nyeri, peluruh haid, dan melancarkan sirkulasi darah. Untuk pengobatan kanker leher rahim, kanker payudara, kanker ovarium, kanker paru-paru, tiroid, hepatoma, limfosarkoma, leukimia, histeromioma, dan kanker lainnya. Rimpang Temu Putih juga dapat digunakan untuk mengobati luka terpukul atau memar dan mengatasi terlambat datang haid.

Tambahan:
Temu Putih (Curcuma zedoaria (Rosc)) dikenal sebagai rempah-rempah untuk pengobatan Tiongkok. Pengobatan Tiongkok mempercayai bahwa Temu Putih memiliki efek mematikan sel kanker. Tidak hanya itu, Temu Putih juga berkhasiat dalam pengobatan yang berkaitan dengan pencernaan. Zat pahit yang dikandung Temu Putih dipercaya dapat mengatasi masalah sakit pencernaan seperti diare, sakit perut, dan lambung.
Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.)
Temu Putih (Curcuma zedoaria Rosc.)


Kandungan:
Minyak atsiri, kurkumin, demetoksikurkumin, cineole, curculone, curcumadiol, curdione,

Labels

Jantung Berdebar,Jantung Koroner,Jerawat,Kanker Leher Rahim,Kanker Paru,Kanker Payudara,Kanker Usus Besar,Kapalan Dan Mata Ikan,Katarak,Kanker Lambung,Kanker Hati Primer,

Waru Landak (Hibiscus mutabilis L.)

Waru Landak (Hibiscus mutabilis L.)
Waru Landak (Hibiscus mutabilis L.)

Nama Daerah:
Bunga waktu besar (Melayu), saya ngali-ngali (Ternate)

Bagian yang digunakan:
Bunga dan Daun

Khasiat:
Antibiotik, Anti Radang, membersihkan Darah, dan menghentikan pendarahan serta menghilangkan bengkak, Bisul, Radang Kulit Bernanah, dan Luka Terpukul. Waru Landak (Hibiscus mutabilis L.) dapat digunakan pula untuk pengobatan Infeksi Paru-Paru, Batuk Darah akibat batuk lama, Muntah Darah, Darah Haid Berlebihan, Serta Kanker Paru-Paru, Kanker Payudara, Kanker Lambung, Kanker Kulit, dan Kanker Esofagus.

Tambahan Wikipedia:
Waru atau baru (Hibiscus tiliaceus, suku kapas-kapasan atau Malvaceae), juga dikenal sebagai waru laut, dan dadap laut (Pontianak) telah lama dikenal sebagai pohon peneduh tepi jalan atau tepi sungai dan pematang serta pantai. Walaupun tajuknya tidak terlalu rimbun, waru disukai karena akarnya tidak dalam sehingga tidak merusak jalan dan bangunan di sekitarnya. Waru dapat diperbanyak dengan distek. Namun, aslinya tumbuhan ini diperbanyak dengan biji. Memakai stek untuk perkembanganbiakan waru agak sulit, karena tunas akan mudah sekali terpotong.

Di Indonesia tumbuhan ini memiliki banyak nama seperti: baru (Gayo, Belitung, Md., Mak., Sumba, Hal.); baru dowongi (Ternate, Tidore); waru (Sd., Jw., Bal., Bug., Flores); haru, halu, faru, fanu (aneka bahasa di Maluku); dan lain-lain.

Hibiscus mutabilis L. disebut juga waru landak. Berukuran daun lebih kecil (dari jenis waru lainnya), 5-8 cm. Bunganya keluar dari ketiak daun dan berkumpul di ujung tangkai. Pada pagi hari, bunganya putih dan berbentuk dadu, dan di sore hari layu menjadi merah. Lendir daun digunakan untuk melunakkan bisul yang keras.
Kayu terasnya agak ringan, cukup padat, berstruktur cukup halus, dan tak begitu keras; kelabu kebiruan, semu ungu atau coklat keunguan, atau kehijau-hijauan.
Pohon Waru Landak (Hibiscus mutabilis L.)

Kegunaan:
Kayu terasnya agak ringan, cukup padat, berstruktur cukup halus, dan tak begitu keras; kelabu kebiruan, semu ungu atau coklat keunguan, atau kehijau-hijauan. Liat dan awet bertahan dalam tanah, kayu waru ini biasa digunakan sebagai bahan bangunan atau perahu, roda pedati, gagang perkakas, ukiran, serta kayu bakar. Dari kulit batangnya, setelah direndam dan dipukul-pukul, dapat diperoleh serat yang disebut lulup waru. Serat ini sangat baik untuk dijadikan tali. Serat ini juga merupakan bahan yang penting, dan berasal dari pepagan waru dan dipakai untuk membuat tali. Tali ini, selanjutnya dipergunakan sebagai bahan dasar membuat jaring dan tas-tas kasar.

Simplisia yang digunakan dari tumbuhan waru untuk pengobatan adalah daun dan bunganya. Daunnya mengandung saponin, flavonoida, dan polifenol, sedangkan akarnya mengandung saponin, flavonoida, dan tanin.

Daunnya dapat dijadikan pakan ternak, atau yang muda, dapat pula dijadikan sayuran. Bisa juga, untuk menggantikan daun jati dalam proses peragian kecap.Daun yang diremas dan dilayukan digunakan untuk mempercepat pematangan bisul. Daun muda yang diremas digunakan sebagai bahan penyubur rambut. Daun muda yang direbus dengan gula batu dimanfaatkan untuk melarutkan (mengencerkan) dahak pada sakit batuk yang agak berat. Kuncup daunnya digunakan untuk mengobati berak darah dan berlendir pada anak-anak. Akar tanaman waru bisa dipakai untuk obat demam.

Lebih lengkap dapat dilihat di: http://id.wikipedia.org/wiki/Waru