Showing posts with label Radang Ginjal. Show all posts
Showing posts with label Radang Ginjal. Show all posts

Tapak Liman (Elephantopus scaber L.)


Nama Daerah:
Tutup bumi (melayu), balagadung, jukut cancang (sunda), tapak tangan, talpak tana (Madura).

Bagian yang digunakan:
Seluruh tumbuhan (herba Elephantopi)

Khasiat:
Tapak liman berkhasiat sebagai antiradang, antibiotik, penurun panas, peluruh kemih, menghilangkan pembengkakan, dan menetralkan racun. Untuk pengobatan hepatitis, sakit kuning, busung air, radang ginjal akut dan kronik, batuk rejan, radang otak (epidemik encephalitis B), demam, influenza, dan radang tenggorokan.

Gambar Tapak Liman (Elephantopus scaber L.) Lainnya:
Tapak Liman (Elephantopus scaber L.)
Tapak Liman (Elephantopus scaber L.)

Bentuk Bunga Tapak Liman (Elephantopus scaber L.)
Bentuk Bunga Tapak Liman (Elephantopus scaber L.)


Labels

Psoriasis,Rabun Senja Dan Buram,Radang Amandel (Tonsil),Radang Buah Zakar,Radang Ginjal,Radang Gusi,Radang Kandung Empedu,Radang Kulit,Radang Kornea Mata,Radang Kulit Bernanah,

Wudani (Quisqualis indica L.)

Wudani (Quisqualis indica L.)
Wudani (Quisqualis indica L.)

Nama Daerah:
Bidani (Sunda); Ceguk; Wedani (Jawa); Rebet dani (Madura), Tikac (Bugis); Dani; dan Udani (Sumatra)

Bagian yang digunakan:
Biji

Khasiat:
Sebagai obat cacing kremi, cacing gelang, cacing tambang, sakit perut karena cacingan, gangguan pencernaan pada anak, berat badan kurang pada anak, perut kembung, dan radang ginjal.

Catatan:
Sebelum dan sesudah mengkonsumsi herbal ini, jangan minum teh karena menambah gejala yang tidak diinginkan. Kelebihan dosis dapat menimbulkan rasa pening, muntah, sakit perut, dan diare yang akan hilang spontan.

Tambahan dari Wikipedia:
Ceguk (Combretum indicum) adalah perdu dengan akar yang merambat atau memanjang dengan panjang dari 2-8 m yang berasal dari Myanmar dan bisa ditemui di ketinggian 600 mdpl. Ceguk dikenal pula dengan nama dani, udani, wudani (Melayu), bidani (Sunda), kacekluk, kaceklik, ceguk, cekluk, wedani (Jawa), rabet dani (Madura), kunyi-rhabet, rhabet besi, sarandengan (Kangean), dan tikao (Bugis). Tumbuhan ini berkhasiat antitumor, ia juga berkhasiat askarisidal (ascaricidal) dan bekerja secara kompetitif dengan asam glutamat pada reseptor metabotropis glutamat, serta terkenal sebagai obat cacing. Hendaknya, jangan meminum ramuan ini bersamaan dengan teh, dikhawatirkan bisa cegukan.